Jumat, 09 Oktober 2020

Akhinya Datang Juga

Sahabat Rumah Belajar…. Kali ini saya akan menceritakan pengalaman saya mengikuti kegiatan diklat pembaTIK dan Seleksi Duta Rumah Belajar (Rumbel) 2020.  Berbicara tentang diklat pembaTIK dan seleksi Duta Rumbel, ini adalah tahun ketiga saya mengikutinya.  Sejak tahun 2018 sampai dengan 2020, saya tak pernah absen.  Semangat untuk mengikuti kegiatan ini begitu besar.  Apa yang menjadi alasan saya begitu semangat mengikuti kegiatan ini? Pastinya adalah kegiatan ini begitu luar biasa, ada rasa yang mungkin tidak saya dapatkan dikegiatan lain.  Rasa itu adalah kebersamaan yang luar biasa antar SRB, DRB dan kesempatan berbagi dengan para sahabat. 

Tahun ini begitu berbeda.  Jika tahun 2019, seluruh peserta harus mengikuti diklat mulai dari level 1, meskipun pada tahun sebelumnya sudah berada pada level 3. Pada tahun ini peserta yang telah mencapai level 3 tidak perlu lagi mengikuti level 1, tetapi mulai mengikuti diklat pada level 3 yaitu kreasi.  Tahun inipun begitu berbeda dalam proses pelaksanaannya.  Jika sebelumnya pelaksanaan level 1 sampai 3 dilakukan perprovinsi, tahun ini seluruh peserta dari Sabang sampai Merauke digabungkan dan dikelompokkan dalam gelombang 1 sampai 30.  Itu yang membuat semakin luar biasa. 

Proses pelaksanaan pembaTIK dimulai sejak bulan Maret 2020.  Gelombang demi gelombang dilaksanakan setiap minggunya.  Peserta yang lulus level 1 akan melanjutkan ke level 2.  Demikian pula untuk level 3.  Saya sebagai peserta pada level 3, akhirnya menunggu hingga level 3 dilaksanakan.  Oh ya, ada yang berbeda juga di tahun ini, karena ada kegiatan-kegiatan pembahasan modul pada setiap levelnya yang dilakukan oleh DRB dan SRB, khususnya di Provinsi Maluku Utara, Sepertinya juga dilakukan oleh teman-teman di provinsi lain.  Bulan Juni 2020 gelombang pertama level 3 dimulai.  Saya langsung mendaftar untuk ikut level 3.  Seperti biasa, level 3 adalah level kreasi, peserta harus membuat media pembelajaran baik berupa video atau  Multimedia Interaktif.  Saya memilih untuk membuat video pembelajaran berupa tutorial.  Selain membuat tugas, peserta juga dinilai dari hasil diskusi dan ujian akhir. 

Pada level 3 ini, kami harus mengirim tugas, diskusi dan ujian ulang karena adalah masalah pada web simpatik.kemdikbu.go.id, yang menyebabkan seluruh aktivitas peserta hilang.  Level 3 ini juga kami menunggu pengumuman yang cukup lama.  Para peserta di group Telegram pembaTIK tidak sabar menunggu hasil yang tentunya sangat diharapkan adalah lulus.  Bukan hanya lulus, tetapi juga berharap masuk 30 besar agar dapat melanjutkan ke level 4 berbagi. 

Selasa tanggal 8 September 2020, akhirnya pengumuman itupun datang.  Hasil yang diharapkan pun tiba, saya lulus level 3.  Bahagia rasanya bias lulus di level ini.  Tapi ada keraguan yang tiba-tiba muncul dalam diriku (biar sedikit dramatis), sanggupkah aku mengikuti level 4 ini? Lanjut atau cukup sampai disini? Kegiatan Inovasi Pembelajaran sebagai penerima hibah penelitian dari Seameo pada program Seaqis research grants 2020 (satu-satunya peserta yang lolos dari Indonesia Timur) yang saya lakukan juga harus segera diselesaikan.  Oh my God, Help me please.  Awalnya mau mundur, tapi dukungan dan harapan teman-teman agar saya tetap mengikuti kegiatan ini menjadi penyemangat bagiku untuk terus berjuang.  Walaupun terus terang, aku yakin bahwa dalam perjalanan aku akan tertatih, terjatuh dan terluka, tapi aku lebih yakin bahwa setelah itu aku akan terpesona dan terhore (kata yang sering diucapkan bu Roro).

Horee Lulus!!!


Sabtu 12 Oktober 2020 pengumuman 30 peserta level 4 pun dikeluarkan, saya mengecek kelulusan dan hasilnya Alhamdulillah saya lulus.
  Kenapa saya kembali bersemangat untuk level 4 ini? Terus terang materi pada level 4 ini adalah materi yang paling saya tunggu-tunggu.  Apa itu? Vlog.  Keinginan besar diriku membuat vlog yang bagus. 

Nah, itulah kisah singkatku di awal pembaTIK dan Seleksi Duta Rumbel 2020.  Tahun ini memang berat karena peserta yang ikutpun semakin berkualitas.  Apakah itu membuatku kendor dan mengecil? Oh tentu tidak!!! Yang demikian semakin memicu adrenalinku untuk mengeluarkan seluruh kemampuan terbaikku dan memacu kreativitasku untuk terus berinovasi.  Semoga saja inovasi yang kuhasilkan sesuai dengan kebutuhan dan mendapat penilaian baik dari para juri yang luar biasa.  Bagiku lakukan yang “terbaik” dan  menjadi Duta Rumbel adalah bonus dari Allah SWT dan itu adalah  amanah dan tugas yang berat, dan  segalanya akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah SWT.  Jika gagal lagi??? Tenang!! Masih ada hari esok, setiap orang ada masanya dan setiap masa ada orangnya.  Ayo semangat!!!

Sahabat sekalian, mau tahu bagaimana kisah saya mengikuti pembaTIK level 4 dan Seleksi Duta Rumbel 2020 selanjutnya? Nantikan kisah di blog ini.   Agak lambat sih menulisnya, tapi tak ada kata terlambat karena semua akan dikemas dengan apik hingga awet dibaca kapan saja. hehehe


Tidak ada yang sia-sia dari setiap perjuangan, Akhirnya bisa tampil sekeren ini hehehe



8 komentar:

  1. Aku saksi perjalananmu Pak Arfan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahahah semoga selalu setia menjadi saksi ya.....wkwkwkw

      Hapus
  2. Balasan
    1. makasih bu roro yang selalu semangat... engkaulah inspirasiku beberapa tahun terakhir ini....hehehe

      Hapus
  3. Aku angkat jempol 2 jari atas ulasanmu ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahaha makasih soulmate.... bisa tambah 2 jari kah??? hehehe

      Hapus
  4. Balasan
    1. Hehehee makasih ya.... Saya menulis apa adanya.... Heheheheh

      Hapus